Tampilkan postingan dengan label PHP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PHP. Tampilkan semua postingan

Menentukan Nama Hari Pasaran Jawa Dari Tanggal Tertentu dengan PHP


Wah… mentang-mentang orang Jawa nih ye… artikel yang ditulis berbau ke-Jawa-an. He.. 3x bukan gitu sih, soalnya beberapa waktu yang lalu ada eks mahasiswa saya yang komen di blog ini dan menanyakan gimana caranya mengetahui nama hari pasaran Jawa dari suatu tanggal tertentu dengan script PHP. Aneh.. dan sangat menggelitik juga pertanyaannya, namun sekaligus menantang. BTW… mungkin dia mau bikin script ramalan jawa berdasarkan wetonnya kali ya :-) semoga tidak lah….
Bagi yang belum tahu nama hari dalam pasaran Jawa, bahwa di Jawa, khususnya Jawa Tengah terdapat 5 nama hari khusus secara berurutan yaitu pahing, pon, wage, kliwon, legi. Jika Anda main ke Jawa Tengah, maka mungkin Anda akan menjumpai kalender yang di bawah tanggalnya terdapat nama-nama hari pasaran itu. Nah… sekarang bagaimana caranya menentukan nama hari pasaran jawa dari suatu tanggal tersebut menggunakan PHP?
OK.. ide untuk menentukan nama hari pasaran Jawa tersebut adalah dengan menggunakan konsep Modulo. Lantas implementasinya bagaimana? Nah.. langkah pertama adalah kita ambil sebarang tanggal dahulu sebagai acuan, misalkan tanggal X. Tanggal X ini kita lihat di kalender dan bertepatan dengan nama hari pasaran apa. Misalkan X ini hari pasaran Jawanya adalah ‘kliwon’, nah… selanjutnya kita buat array berisi kelima nama hari pasaran tersebut secara berurutan dengan elemen pertamanya adalah ‘kliwon’.
$hari = array('kliwon', 'legi', 'pahing', 'pon', 'wage');
Jika Anda tidak hapal urutan nama hari pasaran, bisa Anda lihat di kalender.
Selanjutnya, misalkan kita ingin mengetahui apa nama hari pasaran untuk tanggal Y? Caranya adalah dengan mencari selisih hari antara X dan Y ini. Selanjutnya selisih hari ini kita modulo dengan 5. Jika hasil modulonya sama dengan 0, maka nama pasaran tanggal Y ini adalah Kliwon (elemen array ke-0 dari $hari). Jika hasil modulo 1, hari pasarannya Legi (elemen array ke-1 dari $hari), demikian seterusnya sampai dengan jika hasil modulonya adalah 4 yaitu nama hari pasarannya Wage (elemen array ke-4 dari $hari).
Mungkin di benak Anda muncul pertanyaan, mengapa kita gunakan modulo 5? ya… karena hari pasaran itu selalu berulang setiap 5 hari terhitung dari tanggal X yang sudah kita tentukan. Saya ambil contoh, misalkan tanggal X nama hari pasarannya Kliwon. Sekarang kita ingin menentukan nama hari pasaran Y, dimana Y ini adalah 10 hari setelah X. Karena X adalah Kliwon, maka Y ini juga Kliwon karena selisih hari antara X dan Y ini merupakan kelipatan 5. Selanjutnya bagaimana jika Y ini adalah 11 hari setelah X? Ya… berarti Y ini adalah Legi, karena 11 = 10 + 1, dimana hari ke-10 itu adalah Kliwon, sehingga hari berikutnya adalah Legi. Trus… misalkan jika Y ini adalah 999 hari setelah X. Kira-kira nama hari pasaran Y ini apa ya? OK… kita tahu bahwa 999 = 995 + 4. Kita juga tahu bahwa 995 ini bilangan kelipatan 5, maka dipastikan pada tanggal yang bertepatan 995 hari setelah X itu nama hari pasarannya adalah Kliwon, dan… pada tanggal Y nya adalah Wage (4 hari setelah Kliwon). Masuk akal bukan? :-)
Nah… sekarang, bagaimana implementasi di script PHP nya? mungkin yang menjadi masalah sekarang adalah cara mencari selisih antara kedua hari itu. He.. 3x jangan khawatir karena saya telah menulis artikel cara mencari selisih hari antara dua tanggal dengan PHP.
So… there would be no problems anymore… Ini dia script untuk menentukan nama hari pasaran jawa dari suatu tanggal tertentu.
pasaran.php

<?php

// dipilih tanggal 1 Maret 2010 sebagai acuan
// hari pasaran tanggal 1 Maret 2010 adalah 'Pon'
$tgl1 = "2010-03-01";  

// ingin mengetahui apa nama hari pasaran untuk tanggal 2 April 2010
$tgl2 = "2010-04-02"; 

// array urutan nama hari pasaran dimulai dari 'Pon'
$pasaran = array('pon', 'wage', 'kliwon', 'legi', 'pahing');

// proses mencari selisih hari antara kedua tanggal
$pecah1 = explode("-", $tgl1);
$date1 = $pecah1[2];
$month1 = $pecah1[1];
$year1 = $pecah1[0];

$pecah2 = explode("-", $tgl2);
$date2 = $pecah2[2];
$month2 = $pecah2[1];
$year2 =  $pecah2[0];

$jd1 = GregorianToJD($month1, $date1, $year1);
$jd2 = GregorianToJD($month2, $date2, $year2);

$selisih = $jd2 - $jd1;

// hitung modulo 5 dari selisih harinya
$mod = $selisih % 5;

// menampilkan nama hari pasaran, yaitu elemen ke-$mod dari array $pasaran
echo "Nama hari pasaran dari tanggal ".$tgl2." adalah ".$pasaran[$mod];
?>
Jika Anda jalankan script di atas, maka akan diperoleh nama hari pasaran tanggal 2010-04-02 adalah Kliwon. Untuk mengeceknya, silakan dilihat di kalender ya :-)
Oya.. ide dan script di atas hanya bisa diterapkan jika tanggal acuan < tanggal yang akan dicari nama hari pasarannya. Sedangkan jika kondisinya tanggal acuan > tanggal yang akan dicari nama hari pasarannya, maka ada sedikit perubahan di algoritmanya. Sedangkan urutan list arraynya sama saja.
Nah… silakan anda bereksperimen sendiri untuk mencari algoritma ketika tanggal acuan > tanggal yang akan dicari nama hari pasarannya. Bagi Anda yang sudah dapat algoritmanya, kasih tahu yang lain dengan cara mengirim komentar di bawah ini ya… Jika jawaban Anda benar, sebagai hadiahnya nanti blog Anda tak taruh di blogroll di blog ini. Lumayan kan dapat backlink :-)
Selamat mencoba !!

sumber dari : blog.rosihanari.net

PHP Dasar – Beberapa Aturan dalam Penulisan Script PHP


Pada artikel ini akan dipaparkan mengenai beberapa aturan dalam penulisan script (sintaks) dalam PHP. Aturan tersebut meliputi cara menuliskan blok script PHP, menyimpan file script, penggunaan semicolon serta penggunaan spasi baris dalam script.
Apabila Anda akan membuat script PHP, maka script tersebut harus ditulis di antara tanda berikut ini:

<?php
.
.
.
.
.
?>
atau
<?
.
.
.
.
.
?>
Tanda <?php atau <? dinamakan tag pembuka dari script, sedangkan ?> dinamakan tag penutup. Kedua tanda itu mutlak harus ada karena berfungsi sebagai penanda bahwa script tersebut merupakan script PHP dan nantinya akan diproses oleh server.
Contoh script PHP sederhana:
<?php
echo "Hello World!!";
?>
Apabila Anda membuat script PHP dan berencana akan mendistribusikan ke pihak/orang lain, maka usahakan untuk menggunakan sintaks <?php … ?>. Hal ini dikarenakan untuk penggunaan kode yang menggunakan <? ?> terkadang tidak bisa dijalankan dalam server tertentu.
Menyimpan File PHP
Apabila Anda memiliki script PHP yang disisipkan dalam HTML dalam suatu file dan menginginkan web server dapat menjalankannya, maka file tersebut harus disimpan dalam ekstensi .php. Apabila Anda menyimpannya dengan ekstensi .html atau .htm, maka script PHP tersebut tidak akan diproses dan akan ditampilkan dalam web browser seperti apa adanya (berupa kode-kode).
Contoh:
<html>
<head>
<title>Halaman PHP pertamaku</title>
</head>
<body>
<?php
echo "Hello World!";
?>
</body>
</html>
Penggunaan Tanda Semicolon (;)
Apabila Anda perhatikan contoh sebelumnya, maka terdapat tanda titik koma (semicolon) pada akhir perintah echo. Tanda semicolon merupakan penanda akhir dari setiap statement PHP dan tanda ini harus ada.
Perhatikan contoh script PHP yang lain berikut ini:
<html>
<head>
<title>Halaman PHP pertamaku</title>
</head>
<body>
<?php
echo "Hello World! ";
echo "Hello World! ";
echo "Hello World! ";
echo "Hello World! ";
echo "Hello World! ";
?>
</body>
</html>
Perpindahan Spasi
Seperti halnya HTML, pergantian spasi dalam PHP tidak akan mempengaruhi tampilan hasilnya. Dengan kata lain, pergantian spasi akan diabaikan oleh PHP. Perhatikan contoh berikut ini. Pada contoh ini diberikan tiga bentuk penulisan kode PHP yang berbeda namun akan dihasilkan tampilan yang sama dalam web browser.

Script 1
<html>
<head>
<title>Halaman PHP pertamaku</title>
</head>
<body>
<?php
echo "Hello World! ";
echo "Hello World! ";
?>
</body>
</html>
Script 2
<html>
<head>
<title>Halaman PHP pertamaku</title>
</head>
<body>
<?php
echo "Hello World! "; echo "Hello World! ";
?>
</body>
</html>
Script 3
<html>
<head>
<title>Halaman PHP pertamaku</title>
</head>
<body>
<?php
echo "Hello World! ";

echo "Hello World! ";
?>
</body>
</html>
sumber dari : blog.rosihanari.net

Implementasi PHP di Aplikasi Input Data Sederhana

s
    Postingan kali ini saya dapat dari nurwahyudin.com. Dalam tutorial ini akan dipelajari cara untuk membuat koneksi ke database dan CRUD data (Create, Read, Update, Delete) dengan studi kasus data user. Tutorial ini belum membahas tentang validasi inputan baik client side maupun server side.
Untuk dapat mengikuti tutorial ini, pastikan anda sudah menginstall server lokal pada PC anda. Saya menggunakan XAMPP sebagai bundled server apache dan PHP.

Langkah 1 - Struktur Folder

Buat folder baru pada C:\xampp\htdocs\ dengan nama belajar. Folder ini akan menjadi area kerja kita dalam membuat aplikasi yang nantinya dapat diakses menggunakan browser dengan mengetikkan localhost/nama_folder. Karena nama folder kita adalah belajar, maka untuk mengakses aplikasi ketikkan localhost/belajar pada address bar browser anda.

Langkah 2 - Database

Buat database dengan nama belajar. Kemudian buat tabel dengan nama user dengan data berikut:
Fieldname
Datatype
user_id
int(4), PRIMARY, AUTO INCREMENT
username
varchar(20)
password
varchar(255)
email
varchar(100)
fullname
varchar(100)
agama
varchar(15)
no_hp
bigint(14)

Langkah 3 - File Konfigurasi

Sebelum dapat melakukan CRUD data kedalam database, kita harus membuat koneksi  ke database terlebih dahulu. Tulis kode berikut dengan menggunakan teks editor kesayangan anda (saya pake dreamweaver).
<?php
//host yang digunakan
//99,9% tidak perlu dirubah
$host = 'localhost';
 
//username untuk login ke host
//biasanya didapatkan pada email konfirmasi order hosting
$user = 'root';
 
//jika menggunakan PC sendiri sebagai host,
//secara default password dikosongkan
$pass = '';
 
//isikan nama database sesuai database
//yang dibuat pada langkah-1
$dbname = 'belajar';
 
//mengubung ke host
$connect = mysql_connect($host, $user, $pass) or die(mysql_error());
 
//memilih database yang akan digunakan
$dbselect = mysql_select_db($dbname);
?>
File config.php ini nantinya akan banyak kita gunakan pada file-file lain yang perlu menghubung ke server untuk menyimpan, merubah, maupun menghapus data.

Langkah 4 - Form Input Data

Ketikkan kode berikut, kemudian simpan dalam folder belajar dengan nama index.php
<html>
<head>
<title>Belajar PHP</title>
</head>
 
<body>
<h1>Form Input Data</h1>
 
<form name="input_data" action="insert.php" method="post">
<table border="0" cellpadding="5" cellspacing="0">
    <tbody>
        <tr>
            <td>Username</td>
            <td>:</td>
            <td><input type="text" name="username" maxlength="20" required="required" /></td>
        </tr>
        <tr>
            <td>Password</td>
            <td>:</td>
            <td><input type="password" name="password" maxlength="20" required="required" /></td>
        </tr>
        <tr>
            <td>Fullname</td>
            <td>:</td>
            <td><input type="text" name="fullname" maxlength="100" required="required" /></td>
        </tr>
        <tr>
            <td>Email</td>
            <td>:</td>
            <td><input type="email" name="email" required="required" /></td>
        </tr>
        <tr>
            <td>Agama</td>
            <td>:</td>
            <td><input type="text" name="agama" required="required" /></td>
        </tr>
        <tr>
            <td>Nomor HP</td>
            <td>:</td>
            <td><input type="text" name="no_hp" maxlength="14" required="required" /></td>
        </tr>
        <tr>
            <td align="right" colspan="3"><input type="submit" name="submit" value="Simpan" /></td>
        </tr>
    </tbody>
</table>
</form>
</body>
</html>
action=”insert.php” adalah file yang digunakan untuk memproses data yang dimasukkan melalui form ini. method=”post” adalah metode pengiriman data yang digunakan. Ada dua jenis menthod untuk mengirim data, yaitu post dan get.
Pengiriman dengan method POST berarti bahwa variabel-variabel data tidak ditampilkan pada url, sedangkan pengiriman dengan method GET, variabel-variabel data disertakan pada url sehingga url terlihat seperti ini: localhost/belajar/insert.php?username=namanya&password=passwordnya&fullname=nama_lengkapnya
Sekarang coba buka pada browser anda dengan mengetikkan localhost/belajar pada address bar browser. Akan tampil form input data seperti ini.
form input data

Langkah 5 - Menyimpan Data

Ketikkan kode berikut, kemudian dengan nama insert.php
<?php
//panggil file config.php untuk menghubung ke server
include('config.php');
 
//tangkap data dari form
$username = $_POST['username'];
$password = $_POST['password'];
$fullname = $_POST['fullname'];
$email = $_POST['email'];
$agama = $_POST['agama'];
$no_hp = $_POST['no_hp'];
 
//simpan data ke database
$query = mysql_query("insert into user values('', '$username', '$password', '$email', '$fullname', '$agama', '$no_hp')") or die(mysql_error());
 
if ($query) {
    header('location:index.php?message=success');
}
?>
include() digunakan untuk menyertakan file lain dalam file ini. Ingat bahwa pada langkah pertama kita sudah membuat file config.php yang berisi konfigurasi untuk menghubung ke server, maka setiap kali kita perlu untuk menghubung ke database, kita cukup memanggil file config.php saja tanpa harus menuliskan kembali kode-kodenya.
$_POST['name'] digunakan untuk menangkap value yang dikirim dari form. Untuk menangkap data, gunakan name yang sama dengan name dari form. Contoh: untuk menangkap data username dari form, maka gunakan $_POST['username'].
mysql_query() digunakan untuk menjalankan script SQL. Pada langkah ini, script SQL yang kita gunakan adalah untuk menambah data ke database.
Tambahkan kode berikut pada file index.php setelah <h1></h1> untuk menampilkan pesan sukses ketika berhasil menyimpan data.
...
<h1>Form Input Data</h1>
 
<?php
if (!empty($_GET['message']) && $_GET['message'] == 'success') {
    echo '<h3>Berhasil menambah data!</h3>';
}
?>
 
<form name="input_data" action="insert.php" method="post">
...
Sekarang coba jalankan aplikasi dengan membuka localhost/belajar dan isikan data pada form dan klik tombol simpan. Jika berhasil, anda akan melihat pesan Berhasil menambah data! seperti gambar dibawah. Jika gagal, periksa kembali kode yang anda tuliskan. Pastikan tidak ada salah pengetikan.
berhasil input data

Langkah 6 - Menampilkan Data

Setelah kita berhasil menyimpan data kedalam database, sekarang kita buat halaman untuk menampilkan data-data yang sudah kita simpan. Ketikkan kode berikut dan simpan dengan nama view.php
 
<?php
include('config.php');
?>
 
<html>
<head>
<title>Belajar PHP</title>
</head>
 
<body>
<h1>Data User</h1>
 
<a href="index.php">+ Tambah Data</a>
 
<table border="1" cellpadding="5" cellspacing="0">
    <thead>
        <tr>
            <td>No.</td>
            <td>Username</td>
            <td>Password</td>
            <td>Email</td>
            <td>Fullname</td>
            <td>Agama</td>
            <td>No. HP</td>
            <td>Opsi</td>
        </tr>
    </thead>
    <tbody>
    <?php
    $query = mysql_query("select * from user");
 
    $no = 1;
    while ($data = mysql_fetch_array($query)) {
    ?>
        <tr>
            <td><?php echo $no; ?></td>
            <td><?php echo $data['username']; ?></td>
            <td><?php echo $data['password']; ?></td>
            <td><?php echo $data['email']; ?></td>
            <td><?php echo $data['fullname']; ?></td>
            <td><?php echo $data['agama']; ?></td>
            <td><?php echo $data['no_hp']; ?></td>
            <td><a href="#">Edit</a> || <a href="#">Hapus</a></td>
        </tr>
    <?php
        $no++;
    }
    ?>
    </tbody>
</table>
</body>
</html>
Kemudian tambahkan kode berikut pada file index.php setelah </form> sebelum </body>.
...
</form>
 
<a href="view.php">Lihat Data</a>
 
</body>
</html>
Sekarang bukalah localhost/belajar/view.php untuk melihat hasilnya.
view data
Pada kolom opsi terdapat dua menu, yaitu edit dan hapus. Pada langkah ini, kedua menu tersebut masih belum dapat digunakan. Pada langkah berikutnya akan kita buat menu edit tersebut.

Langkah 7 - Merubah/Update Data

Dalam menginputkan data bisa terjadi kesalahan seperti kesalahan input, kesalahan data yang dimasukkan, ataupun lainnya. Untuk itu, data yang sudah disimpan harus dapat dirubah sehingga kesalahan dapat diperbaiki.
Pada dasarnya, form untuk mengedit data adalah sama dengan form untuk menginputkan data. Hanya saja pada form untuk mengedit data, form tersebut harus menampilkan data yang akan dirubah.
Untuk itu, buat file baru dengan nama edit.php, kemudian copy-kan semua kode yang ada pada file index.php kedalam file edit.php. Selanjutnya kita harus menambahkan beberapa kode agar form edit dapat menampilkan data yang akan di edit.
Kode untuk file edit.php menjadi seperti ini. Highlight yang saya berikan adalah baris-baris kode yang ditambahkan ataupun dirubah.
 
<?php
include('config.php');
?>
 
<html>
<head>
<title>Belajar PHP</title>
</head>
 
<body>
<h1>Form Input Data</h1>
 
<?php
$id = $_GET['id'];
 
$query = mysql_query("select * from user where user_id='$id'") or die(mysql_error());
 
$data = mysql_fetch_array($query);
?>
 
<form name="update_data" action="update.php" method="post">
<input type="hidden" name="user_id" value="<?php echo $id; ?>" />
<table border="0" cellpadding="5" cellspacing="0">
    <tbody>
        <tr>
            <td>Username</td>
            <td>:</td>
            <td><input type="text" name="username" maxlength="20" required="required" value="<?php echo $data['username']; ?>" disabled /></td>
        </tr>
        <tr>
            <td>Password</td>
            <td>:</td>
            <td><input type="password" name="password" maxlength="20" required="required" value="<?php echo $data['password']; ?>" /></td>
        </tr>
        <tr>
            <td>Fullname</td>
            <td>:</td>
            <td><input type="text" name="fullname" maxlength="100" required="required" value="<?php echo $data['fullname']; ?>" /></td>
        </tr>
        <tr>
            <td>Email</td>
            <td>:</td>
            <td><input type="email" name="email" required="required" value="<?php echo $data['email']; ?>" /></td>
        </tr>
        <tr>
            <td>Agama</td>
            <td>:</td>
            <td><input type="text" name="agama" required="required" value="<?php echo $data['agama']; ?>" /></td>
        </tr>
        <tr>
            <td>Nomor HP</td>
            <td>:</td>
            <td><input type="text" name="no_hp" maxlength="14" required="required" value="<?php echo $data['no_hp']; ?>" /></td>
        </tr>
        <tr>
            <td align="right" colspan="3"><input type="submit" name="submit" value="Simpan" /></td>
        </tr>
    </tbody>
</table>
</form>
 
<a href="view.php">Lihat Data</a>
 
</body>
</html>
Kemudian ubah link pada file view.php menjadi seperti ini.
<td><a href="edit.php?id=<?php echo $data['user_id']; ?>">Edit</a> || <a href="#">Hapus</a></td>
tidak boleh dirubah setelah ia terdaftar. Untuk membuat agar field input username tidak dapat dirubah, kita gunakan atribut disabled. Sampai langkah ini kita belum dapat melakukan perubahan data, kita baru dapat menampilkan data pada form edit. Untuk merubah data pada database, kita perlu membuat query SQL lagi untuk meng-update database dengan data yang baru.
Buat file baru dengan nama update.php dan ketikkan kode berikut.
<?php
include('config.php');
 
//tangkap data dari form
$id = $_POST['user_id'];
$password = $_POST['password'];
$fullname = $_POST['fullname'];
$email = $_POST['email'];
$agama = $_POST['agama'];
$no_hp = $_POST['no_hp'];
 
//update data di database sesuai user_id
$query = mysql_query("update user set password='$password', fullname='$fullname', email='$email', agama='$agama', no_hp='$no_hp' where user_id='$id'") or die(mysql_error());
 
if ($query) {
    header('location:view.php?message=success');
}
?>
Kemudian tambahkan baris kode berikut pada file view.php setelah <h1></h1> (sama seperti pada file index.php).
<?php
if (!empty($_GET['message']) && $_GET['message'] == 'success') {
    echo '<h3>Berhasil meng-update data!</h3>';
}
?>
Sekarang bukalah halaman view.php pada browser dan ubah-lah salah satu data yang sudah di inputkan dengan meng-klik tombol edit.
form edit data
berhasil edit data

Langkah 8 - Menghapus/Delete Data

Setelah bisa menambah dan merubah data, sekarang kita buat untuk menghapus data. Buat file baru dengan nama delete.php dan ketikkan kode berikut.
<?php
include('config.php');
 
$id = $_GET['id'];
 
$query = mysql_query("delete from user where user_id='$id'") or die(mysql_error());
 
if ($query) {
    header('location:view.php?message=delete');
}
?>
Kemudian tambahkan kode pada link dalam file view.php seperti berikut.
<td>
    <a href="edit.php?id=<?php echo $data['user_id']; ?>">Edit</a> ||
    <a href="delete.php?id=<?php echo $data['user_id']; ?>">Hapus</a>
</td>
Sekarang cobalah untuk menghapus beberapa data yang sudah di-input-kan.

Kesimpulan

Cobalah ber-eksperimen membuat aplikasi dengan lebih banyak input-an data sehingga tabel didalam database juga menjadi semakin banyak, agar pemahaman konsep dasar tentang pembuatan aplikasi web dengan PHP semakin kental dan mendalam.
Untuk pembuatan aplikasi yang lebih kompleks, tentu tutorial ini tidak cukup karena masih banyak sekali yang harus disertakan seperti validasi, security, user interface, dan banyak lagi materi lainnya yang akan dibahas dalam tutorial berikutnya.
I hope you enjoyed this tutorial and have learn something new today. Yang berhasil mengikuti tutorial, WAJIB isi komentar! Yang masih error, juga WAJIB isi komentar! Karena isi komentar itu hukumnya WAJIB… haha

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management